Thursday, 22 December 2011

Semua yang kau lakukan seperti balon udara.

Banyak keluhan hari ini.
Mulai dari soal ujian yang memusingkan kepala sampai urusan lain termasuk cinta. Biasanya sesampainya di rumah langsung menyenderkan kepala dengan bantal di kamar tersayang, tapi kali ini tidak. Saya malah duduk-duduk cantik (halah) di depan TV. Agak asing dengan suatu iklan, saya ikutin deh, ternyata iklan "Selamat Hari Ibu" yang disponsori oleh─ ga jadi deh, bukan blog berbayar, yang jelas scene yang terakhir bikin terharu abis dan baru sadar kalo besok hari Ibu.

Kesadaran itulah yg mendorong saya iseng-iseng nyari album eh tiba-tiba nemu yang selama ini gak pernah ketauan, kirain ga pernah punya foto kecil, dan jeng jeng...

Sister, mom & me (masih unyu bro)

"Selamat hari Ibu. Aku sayang Ibu."

Saya yakin tulisan itu akan mendominasi hampir semua update-an, mulai dari Twitter, Facebook, status dan DP BBM tanggal 22 Desember besok. Tapi entah mengapa, saya tidak berniat mengubahnya. Bukan, bukan karena saya tidak mengapresiasikan hari itu, tetapi lebih kepada saya memang tidak berniat mengantinya. Jangan katakan saya tidak mencintai Mama atau apalah (hanya) karena tidak mengupdate status saya. Bukan juga karena sok sibuk, tapi simpel karena saya merasa tidak perlu menggantinya dan saya pikir kasih sayang tidak selamanya diwujudkan dengan hal itu.

Ada banyak kenangan selama 17 tahun. Saya sadar, Mama sudah mengorbankan nyawanya buat saya dari saya masih janin. Saya sadar sesering apapun dia marah akan tingkah saya, saya tahu hanya ada satu tujuan dibalik itu semua: untuk kebaikan saya. Dan saya bersyukur bisa merengkuh itu semua, sebelum saya menyesal. Tidak seperti kebanyakan opini yang saya dengar bahwa mereka baru bisa bersyukur tentang apa yang mereka punya saat dia (baca: Mama, Ibu, Mom) sudah tidak ada. Saya bersyukur bisa merengkuh itu semua sebelum ada berita buruk dibalik itu semua.

Anyway, iseng-iseng lagi nih, ngesearch lagu di youtube dan nyasar di video Mother yang dinyanyikan SEAMO. Sekilas diliat sih rada gak jelas gitu ya, bawaannya ceria gitu tapi liriknya oke punya bok. Gak percaya? Denger aja dulu.


Gak ngerti kan?

Ya iyalah, saya yang udah lama tinggal di Jepang aja ga ngerWHUSH! *terlempar dari depan monitor*
*ngesot kembali menuju monitor* ...Iya deh, iya, ini nih lirik lagunya dalam 3 bahasa kayaknya kepanjangan kalo ditulis disini jadi klik disini sendiri aja ya.


Oke sekarang saya ingin tanyai kalian,
Kapan terakhir kali kalian menyurati ibu kalian?
Atau kapan terakhir kali kalian bilang sayang ke ibu kalian?
Jika belum atau malah gak pernah,
Lakukanlah, setidaknya satu kali dalam hidup kalian. Percayalah, hal-hal seperti itulah yang bakal kalian harapkan dari anak kalian kelak. Bahagia itu sederhana, sesederhana ucapan "Ibu, terimakasih, aku sayang ibu."

Oh, ayolah.