Sunday, 29 January 2012

Ketika waktu berbicara

Ketika jam berganti pada menit ke 60 dan menit berganti pada detik ke 60 juga semua waktu yang terlewatkan menjadi masa lalu. Sedetik lalu merupakan masa lalu yang terlewati.
Ketika manusia dihadapkan pada pergantian usia sejak janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan masa tua. Sepenggal kisah hidupnya merupakan masa lalu yang dapat diceritakan pada anak cucunya kelak.
Ketika manusia dihadapkan pada pandangan mendatang akan hidupnya, sedetik mendatang merupakan masa depan. Tidak ada orang yang akan mengetahui apa yang akan terjadi sepersecond mendatang kecuali Dia. Sang Pencipta.
Ketika manusia menyesal, perbuatan lampau tidak akan dapat diubah selaksa menghapus peluh di dahi.
Ketika manusia merancang, perbuatan mendatang tidak akan selalu terlaksana dengan indah selayak orang yang meyakinkan diri akan kedipan mata yang konstan.
Ketika manusia menentukan prioritas dan membuat acuan diri, itulah saat ia menentukan sikap dan memasang ambang batas agar sewaktu harapan yang ia inginkan tidak terlaksana, setidaknya tingkat kekecewaan dan penyesalan terdegradasi seminimal mungkin.
Ketika manusia memulai awal yang (tidak benar-benar) baru, menentukan langkah awal dan memperbaiki solusi masa mendatang meyakinkan maka ia sesungguhnya telah melangkah dan menapaki waktu dengan lebih bersahabat pada hati dan inginnya.

Doraemon mana Doraemon? Butuh mesin waktu.

No comments: